Halaman

MAU MASUK SURGA ATAU MAU JADI AHLI SURGA

Ada tiga type golongan nantinya yang akan dimasukkan kedalam surga

1. Dimasukkan kedalam Surga
2. Masuk Surga
3. Ahli Surga

Dimasukkan kedalam Surga
Amal keburukannya lebih banyak dibanding amal kebaikannya. Makanya dibakar dulu didalam neraka untuk membersihkan dosa-dosanya baru DIMASUKKAN KEDALAM SURGA

Masuk Surga
Amal kebaikannya lebih banyak dibanding amal keburukannya. Orang seperti ini MASUK SURGA disebabkan amalannya lebih banyak, kebaikannya lebih banyak.

Ahli Surga
AHLI SURGA ini adalah para Nabi dan orang-orang yang mengambil usaha kenabian. Kalaulah ahli tentunlah orang yang menguasai betul suatu bidang. Misalnya : Ahli komputer

Perusahaan A
Menerima Ahli komputer ini sebagai pekerja. Untuk mempermudah tranportasi maka diberikan sebuah kereta.

Perusahaan B
Menerima Ahli komputer ini sebagai pekerja memberi tawaran yang lebih tinggi. Untuk mempermudah tranportasi supaya jangan kehujanan maka diberikan sebuah mobil.

Perusahaan C
Menerima Ahli komputer ini sebagai pekerja memberi tawaran yang lebih tinggi lagi. Yaitu menikahkan anak gadisnya dengan Ahli komputer tadi supaya ada keterikatan.

Ahli komputer saja diberikan fasilitas oleh perusahahannya. Tentulah Ahli Dakwah pun diberikan fasilitas oleh Allah SWT. Apa saja Fasilitas yang diberikan Allah SWT kepada para Ahli Dakwah … ???

1. Masuk surga tanpa hisab
2. Masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan
3. Diberikan bidadari-bidadari yang bermata jeli. Yang didalam hatinya tertulis nama pemiliknya.
4. Menyelamatkan ahli keluarga yang ada didalam neraka

Ahli surga adalah para Nabi dan orang-orang yang mengambil usaha kenabian.

Yang menjadikan dakwah maksud hidupnya. Bukan kerja sampingan. Kalau ada waktu baru buat dakwah. Kalau ada uang baru buat dakwah. Tetapi kapan saja dimana saja dan dengan siapa saja selalu buat usaha dakwah.

Untuk menjadi Ahli Komputer butuh waktu yang lama.

6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, S1 4 tahun, S2 2 tahun. Kurang lebih 18 tahun untuk jadi ahli komputer.

Untuk menjadi Ahli surga pun perlu pengorbanan.

4 bulan setiap tahun.

Semua sedia insya Allah menjadi Ahli surga.

APAKAH KAMU SUDAH TIDAK CINTA DAN SAYANG LAGI

Biasanya dipenghujung malan engkau datang
Bersimpuh dan bermunajat dihadapan-Ku
Tetapi setelah engkau punya istri
Hal itu, tidah pernah ada lagi

Biasanya setiap malam markas engkau datang
Walaupun hanya naik angkutan umum
Tetapi setelah engkau punya mobil
Hal itu, tidah pernah ada lagi

Biasanya setiap bulan engkau keluar 3 hari
Walaupun tidak ada uang dikantong
Tetapi setelah engkau punya jabatan
Hal itu, tidah pernah ada lagi

Biasanya setiap pagi engkau mendengar berita akhirat
Walaupun hanya sendiri tetap buat taklim
Tetapi setelah engkau punya Laptop, Hp Black Berry
Lebih sering main Facebook
Hal itu, tidah pernah ada lagi

Biasanya setiap tahun engkau keluar 40 hari
Walaupun tafakud mallnya kurang
Tetapi setelah engkau punya istri yang cantik
Hal itu, tidah pernah ada lagi

Apakah dunia sekarang sudah lebih besar dihadapan kita
Dibanding kebesaran Allah
Dai itu tidak pernah terpengaruh dengan suasana dan keadaan
Miskin tetap taat kepada Allah
Kaya tetap taat kepada Allah

Punya istri tetap taat kepada Allah
Punya uang pun tetap taat kepada Allah

Dipenghujung-penghujung dunia
Masih banyak ummat yang menanti kita
Bangunlah wahai singa yang tidur
Mengaum saja sudah cukup untuk menggetarkan seluruh isi hutan

Bangunlah wahai Dai Allah
Dengan dakwahmu
Itu sudah cukup
Menggetarkan seluruh dunia
Mengetarkan hati-hati orang kapir
Menggetarkan setan beserta bala tentaranya

Bahkan, dakwah mu itu telah menggetarkan Arsy-Nya Allah SWT
Menggetarkan hatinya para bidadari
Sehingga mereka saling berkata :
Milikilah aku, Milikilah aku, Milikilah aku dengan mahar
4 bulan dijalan Allah

“KUPINANG KAU DENGAN KHURUJ FII SABILILLAH“

Sebongkah Tanah Surga

Di tengah sebuah negeri subur makmur, bagaikan sebongkah tanah surga turun ke dunia. Inilah negeri zamrud khatulistiwa yang dikaruniakan Allah SWT.

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

Tiada badai tiada topan kau temui, dulunya dinegeri tercinta ini jarang sekali terjadi bencana alam karena amalan manusia masih bagus.

Ikan dan udang menghampiri dirimu, inilah keberkahan yang didapat. Kita tidak terlalu sulit untuk mencari ikan dan udang bahkan mereka sendiri yang datang menghampiri.

Orang bilang tanah kita tanah surga, orang Eropa sudah mengakui bahwa zamrud khatulistiwa adalah sebongkah tanah surga. Orang Arab pun sangat terkesima dengan keindahan zamrud khatulistiwa. Air terjun yang mengalir. Gunung yang menghijau. Sehingga mereka berkata : “Jannah, Jannah, Jannah”

Tongkah kayu dan batu jadi tanaman, sebongkah kayu kalau dilemparkan di zamrud khatulistiwa maka akan tumbuh dengan indah dan baik.

Keberkahan di Bumi Indonesia, tapi sekarang sudah jauh
Buya Hamka mengatakan Bumi Indonesia adalah sebongkah tanah surga

Kalaulah batu yang dilemparkan ke langit tentu batu jugalah yang akan jatuh kebumi
Kalaulah bunga yang dilemparkan ke langit tentu bunga jugalah yang akan jatuh ke bumi.
Batu kalau jatuh dari atas akan menimbulkan mudharat
Bunga kalau jatuh dari atas akan menimbulkan harum semerbak

Amalan buruk yang dilemparkan kelangit maka bala dan bencana yang akan turun
Amalan baik yang dilemparkan ke langit maka keberkahan dan kebaikan yang akan turun

Kalaulah putih yang dilemparkan ke langit tentu putih jugalah yang akan jatuh kebumi
Kalaulah hitam yang dilemparkan ke langit tentu hitam jugalah yang akan jatuh ke bumi

Minyak diatas berupa kelapa sawit, minyak di bumi berupa minyak bumi tetapi masih banyak orang-orang miskin yang ada di Indonesia.

Ayam mati didalam lumbung beras
Ikan mati didalam sungai

Sesuatu hal yang aneh karena keberkahan sudah dicabut oleh Allah SWT
Memang benarlah Firman Allah SWT

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A'raaf 96)

Bala dan bencana silih berganti jatuh di negeri tercinta. Karena sudah banyaknya yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT.

Jadi apa solusi dari semua permasalahan ini :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali 'Imran 102)

Beriman dan bertakwa, makanya Maulana Ilyas rah.a mengatakan jangan mati dulu sebelum berangkat 4 bulan dalam rangka memperbaiki iman kepada Allah SWT.

Diri kita akan baik apabila iman kita baik
Iman kita akan baik apabila hati kita baik
Hati kita akan baik apabila lisan kita baik
Lisan kita akan baik apabila hari-hari kita membicarakan kebesaran Allah

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS. Fushshilat 33)

Teknologi Iman

Allah SWT telah mengorbankan orang orang paling dicintainya Nabi Muhammad SAW untuk bagaimana supaya manusia beriman kepada Allah SWT. Bom Nuklir yang jatuh di Hirosima dan Nagasaki telah menyababkan banyak kematian dan dalam beberapa tahun tumbuh-tumbuhan pun tidak bisa hidup diatasnya. Tetapi pikirnya satu orang Dai ...lebih dahsyat dari pada Bom atom. Bagaimana bayi yang pertama lahir dan bayi yang terakhir lahir semuanya mendapat hidayah dari Allah SWT. Inilah Teknologi Iman yang tidak ada satu teknologi didunia ini yang bisa mengalahkannya.

Sewaktu negeri Mesir ditakluki oleh tentera Islam, khalifah Umar r.a. telah melantik Amru bin Al-As sebagai Gubernur di wilayah tersebut, satu peristiwa ganjil telah berlaku semasa pemerintahannya. Air Sungai Nil dikatakan akan berhenti mengalir dan penduduk Mesir hendak melakukan satu upacara Jahiliah yaitu mengorbankan seorang gadis yang cantik jelita ke dalam sungai Nil. Amru bin Al-As sudah tentu berkeras tidak mau melakukannya.

Apabila air Sungai Nil mulai kering, penduduknya merasa cemas. Sebahagian dari mereka terpaksa berpindah ke kawasan lain. Keadaan ini memaksa Amru Al-As memulis surat kepada Khalifah Umar r.a. untuk meminta pandangannya. Saiyidina Umar pun mengirimkan jawapannya kepada Amru. Surat itu bukanlah ditujukan kepadanya, tetapi kepada Sungai Nil. Sebelum mencampakkan surat itu ke dalam Sungai Nil Amru sempat membaca isi kandungannya yang berbunyai: “Surat ini dikirimkan kepada Sungai Nil oleh Umar, hamba Allah dan Amirul Mukminin. Wahai Sungai Nil ! Jika air yang mengalir di sungai ini atas kuasamu, maka ketahuilah bahwa kami tidak memerlukan mu, tetapi jika ianya mengalir di atas kekuasaan Allah SWT, maka kepadanyalah kami memohon agar mengalirkan air di sungai ini.”
Setelah dicampakkan surat itu kedalamnya, diriwayatkan sungai itupun dipenuhi semula oleh air sedalam empat puluh kaki pada malam itu juga. Semenjak hari itu lenyaplah amalan-amalan Jahiliah dikalangan penduduk Mesir.

Sampai hari ini sungai Nil tidak pernah kekeringan. Teknologi sekarang saja tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Umar ra. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.
Terjadi gunung meletus di Madinah, khalifah Umar r.a. menyuruh Tamin ad-Dari untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tamin ad-Dari lalu membuka sorbannya sambil memutar-mutarkannya. Lahar panas yang menyembur kebumi dengan izin Allah SWT telah masuk kembali kedalam gunung. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.

Muadz bin Jabal dalam sebuah perjalanana dakwah dihadapkan pada sebuah gunung. Kalau gunung didaki memerlukan waktu yang lama, Muadz bin Jabal pun shalat dua rakaat dan gunung pun terbelah dua. Makanya dia diberi gelar Muadz bin Jabal, Muadz anak gunung. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.  

Ketika Sa'ad ra. datang ke Bahurasyair, yaitu suatu daerah lembah paling bawah sebelah barat sungai Dijlah (sungai Tigris, sungai yang melalui Baghdad) atau dekat dengan daerah Syair. Sa'ad ra. kemudian meminta dicarikan perahu-perahu untuk memindahkan orang-orang dari daerah di lembah itu ke daerah di seberang yang lebih tinggi. Akan tetapi mereka ditakdirkan tidak mendapatkan perahu atau yang sejenisnya dan mereka mengetahui bahwa perahu-perahu itu telah diambil oleh orang-orang Parsi.

Setelah itu mereka bergerak ke tepi Dijlah, Sa'ad ra. berkata, "Katakanlah Tasta'inubillaah... Dan mereka semua menyeberangi Dijlah tanpa sedikitpun telapak kaki mereka menyentuh permukaan air sambil saling bercakap-cakap di antara mereka yaitu tanpa rasa takut sedikitpun.

Orang-orang Parsi terkejut dan tidak mengira pasukan Muslim dapat berjalan di atas air sehingga mereka ketakutan lalu melarikan diri serta mengambil semua perbekalan mereka. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.  

Iman yang kuat akan menghasilkan sesuatu teknologi iman yang tidak akan bisa ditandingi dengan teknologi modren sekali pun.

Untuk mendapatkan iman yang kuat ini tentu kita perlu ada usaha.
Untuk mendapatkan sesuatu itu ada dua jalan yaitu :

1. Meminta, kalau kita meminta uang kepada teman atau saudara belum tentu dikasih. Bisa iya bisa tidak. Begitu juga kalau kita meminta iman kepada Allah SWT belum tentu dikasih. Bisa iya bisa tidak.

2. Usaha, untuk mendapatkan uang lebih mudah kalau kita buat usaha (bekerja) dengan bekerja kemungkinan besar kita akan mendapatkan sejumlah uang. Begitu juga kalau kita buat usaha atas iman kemungkinan besar kita akan mendapatkan iman.

Apa itu usaha atas iman … ???

Untuk mendapatkan uang dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore kita tinggalkan rumah dan kita tinggalkan anak dan istri untuk usaha atas uang. Terkadang untuk mendapat uang yang banyak pergi keluar kota karena ada pekerjaan dari kantor. Meninggalkan rumah dan keluarga tercinta. Bahkan pergi keluar negeri untuk mengumpulkan lembaran-lembaran uang meninggalkan anak dan istri tercinta dalam waktu yang lama.

Untuk mendapatkan iman begitu juga perlu meninggalkan rumah, anak dan istri tercinta. Tahap awal I’tikaf dimesjid selama 3 hari. Kalau ingin mendapatkan iman yang lebih harus keluar kota selama 40 hari. Kalau ingin yang iman yang lebih lagi 4 bulan keluar negeri.

Sejauh mana kita usaha atas uang maka sebanyak itulah uang yang akan kita dapat.
Sejauh mana kita usaha atas iman maka sebanyak itulah iman yang akan kita dapat.

Pentingnya Mengucapkan Insya Allah

Kisah Pertama

Dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim, dikisahkan bahwa suatu hari, nabi Sulaiman a.s. berkata, “Malam ini aku akan menyetubuhi 60 atau 70 istriku sehingga mereka hamil. Lalu, setiap istriku melahirkan seorang anak lelaki yang akan menjadi mujahid penunggang kuda fisabilillah.” Namun, nabi sulaiman a.s. lupa mengucapkan insya Allah.

Malam itu Nabi Sulaiman a.s. berhasil menyetu...buhi 60-70 istrinya, tetapi yang hamil hanya salah satu istrinya. Dan saat melahirkan, anak yang dilahirkannya tidak sempurna fisiknya, ia hanya berupa badan saja. Dalam riwayat lain, ia hanya sebelah manusia saja.
Rasulullah SAW bersabda,

“kalau saja nabi sulaiman a.s. mengucapkan insya Allah niscaya mereka akan berjihad dijalan Allah sebagai penunggang kuda semuanya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan :

“Semua wanita itu akan hamil (dan melahirkan) putra yang berjihad dijalan Allah.” (HR. Muslim)

Kisah Kedua

Di puncak pertarungan pemikiran antara Rasulullah SAW. Dengan kafir Quraisy, orang-orang Quraisy mengirimkan dua orang cendikiawannya sebagai utusan khusus kepada orang-orang yahudi di madinah. Tujuannya, agar orang-orang Quraisy mendapatkan dukungan ilmu baru dalam menghadapi Rasulullah SAW, yakni An-Nadhar bin Al Harits dan ‘Uqbah bin Abi Mu’ith. Orang-orang yahudi membekali dua orang cendikiawan itu dengan tiga pertanyaan yang harus mereka ajukan kepada Rosulullah SAW. Pertanyaannya adalah :

1.      Bagaimana kisah Ashhabul Kahfi ?
2.      Bagaimana kisah dzul Qarnain?
3.      Apa yang dimaksud dengan ruh?

Mendapatkan tiga pertanyaan seperti itu Rasulullah SAW. Bersabda “besok akan saya ceritakan dan saya jawab.” Akan tetapi beliau lupa mengucapka insya Allah. Akibatnya, wahyu yang biasanya turun kepada beliau setiap kali menghadapi masalah, terhenti selama lima belas hari. Sedangkan orang-orang Quraisy setiap hari selalu datang menagih janji Rasulullah SAW. “mana ceritanya? Besok...besok...besok...,” begitu kira-kira ucapan orang-orang quraisy itu. Rasulullah SAW sangat sedih atas kejadian itu. Barulah setelah berlalu selama 15 hari Allah SWT menurunkan surat Al kahfi yang berisi jawaban atas dua pertanyaan yang diajukan kepada nabi Muhammad SAW. Sedangkan pertanyaan yang ketiga disebutkan Allah SWT. Dalam surat Al Isra’ ayat 85.

Pada penghujung akhir kisah Ashhabul Kahfi, Allah SWT. Berfirman :
“ Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, Kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah" dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". (QS. Al Kahfi :23-24)

Kisah Ketiga

Pada suatu hari, ketika Nabi Musa a.s. sedang mengajar kaumnya timbul sebuah pertanyaan, “siapakah yang paling ‘alim diantara kalian?, nabi Musa menjawab, “saya”. Atas jawaban tersebut, Allah SWT, menegurnya dan memberitahukan kepadanya bahwa ada seorang hamba Allah SWT. yang lebih alim.

Singkat cerita, Nabi Musa a.s. ingin berguru kepada hamba Allah itu. Hamba Allah itu menerima lamaran Nabi Musa a.s., dengan syarat Nabi Musa tidak boleh bertanya, berkomentar, apalagi mengingkari apa yang akan dilihatnya sebelum hal itu dijelaskan kepadanya. Nabi Musa a.s. menerima persyaratan itu.

Hamba Allah itu, yang tiada lain adalah Nabi Khidir a.s., berkata, “akan tetapi kamu tidak akan mampu bersabar”.

Spontan Nabi Musa menjawab , Insya Allah kamu akan mendapati diriku sebagai orang yang sabar.”
Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun." (QS. Al-Kahfi : 69)

Dalam jawaban ini, Nabi Musa a.s. mengucapkan Insya Allah. Akan tetapi jawaban itu menunjukkan bahwa Nabi Musa a.s. kurang tawadhu’. Mengapa? Sebab, ia mengatakan “...saya sebagai orang yang sabar”.

Beliau tidak mengatakan ”...saya sebagai bagian dari orang-orang yang bersabar.” Artinya, jawaban Nabi Musa a.s dapat dikonotasikan sekakan-akan didunia ini tidak ada orang yang sabar selain dirinya.
Karena sedikit kurang tawadhu, terbuktilah bahwa Nabi Musa a.s. tidak bisa sabar dalam berguru kepada Nabi Khidir a.s.. mengapa? Sebab, setiap Nabi Khidir a.s. berbuat sesuatu, Nabi Musa a.s. selalu berkomentar, bahkan mengingkarinya. (kisah lengkapnya bisa dilihat di (QS. Al-Kahfi : 60-82).

Rasulullah SAW. bersabda, Kita sangat senang kalau saja Nabi Musa bersabar, niscaya akan banyak kisah yang bisa kita dapatkan darinya.”(HR. Bukhori dan Muslim)

Pada penghujung akhir kisah Ashhabul Kahfi, Allah SWT. Berfirman :
“ Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, Kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah" dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". (QS. Al Kahfi :23-24)

Kisah Keempat

Nabiyullah Ibrahim a.s. berkata kepada sang putra yang dicintai itu, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkan apa pendapatmu!.”

Ia Menjawab, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.(QS. Ash-Shafat: 102)

Jawaban Nabi Isma’il ini mengandung makna bahwa didunia ini banyak sekali orang yang sabar dan ia insya Allah termasuk salah seorang dari mereka. Kemudian terbuktilah bahwa Nabi Isma’il a.s. mampu bersabar.

Semoga Allah SWT. menjadikan kita semua sebagai hamba – hamba-Nya yang selalu mengembalikan sesuatu kepada Allah SWT, menjadi manusia-manusia yang tawadhu’ dan sabar. Amin.!

Hikmah Dakwah dengan Mendatangi Rumah

Beragam media dan cara dalam berdakwah memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang lebih sesuai dengan menggunakan teknologi, ada dengan cara lisan, ada dengan tulisan dan berbagai cara lainnya.

Alim ulama menggolongkan sasaran dakwah secara umum terdiri dari dua golongan, yaitu:

1. Orang-orang yang sudah ada minat ...terhadap agama
2. Orang-orang yang sama sekali belum ataupun kurang berminat terhadap agama.

Bagi orang-orang yang sudah ada rasa tertarik dan minat terhadap agama, maka bagi mereka tidak ada masalah yang terlalu dikhawatirkan. Apapun media yang menyampaikan agama dan mereka dapat mengambil manfaat pelajaran darinya, pasti mereka akan bersegera mencarinya.

Dan tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang yang mau mendengarkan dakwah melalui kaset, buku, majelis ta’lim, cd dan sebagainya, hanyalah orang-orang yang sudah ada minat di dalam hatinya terhadap agama. Namun sayangnya, orang-orang jenis ini sangat minoritas jumlahnya.
Sedangkan bagi orang-orang yang belum ada minat atau kurang tertarik terhadap agama, media dakwah apapun yang sudah tersedia dengan mudah, ternyata tidak dimanfaatkan sebaik mungkin, karena memang mereka tidak berminat sama sekali terhadap agama. Mereka lebih memilih kaset-kaset dan cd-cd musik, buku-buku komik, dan majelis-majelis lali daripada yang berbau agama.

Mari kita perhatikan; Siapakah yang mau mendatangi majelis-majelis agama? Siapakah yang mau mendengarkan acara-acara agama di radio dan TV? Siapakah yang mau membeli buku-buku agama? Siapakah yang mau membeli kaset-kaset agama?

Jawabannya adalah mereka yang sudah ada rasa minat dan ketertarikan terhadap agama.
Sedangkan milyaran manusia di luar sana, sama sekali belum tergerak hati mereka untuk berminta kepada agama, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang sama sekali tidak mengenal apa itu agama.
Oleh sebab itu, Jamaah Tabligh bergerak tidak hanya kepada orang-orang yang sudah ada minat terhadap agama, namun lebih besar perhatiannya adalah orang-orang yang memang tidak ada minat terhadap agama, bahkan kepada mereka yang tidak peduli sama sekali dengan ajaran-ajaran agama. Orang-orang yang berminat terhadap agama telah tumbuh subur dimana-mana. Dan mereka tidak kekurangan pembimbing serta da’i-da’i yang menanganinya. Tetapi untuk mencari da’i-da’i yang bersedia terjun tanpa pamrih ke lapangan menemui orang-orang yang tidak ada minat sama sekali terhadap agama, bahkan membenci agama, sangatlah sulit dan sedikit sekali.

Sedangkan pada zaman yang semakin rusak ini, semakin banyak jumlah orang-orang yang tidak memperdulikan agama. Pemurtatan dimana-mana, kemungkaran bertambah merajalela, kejahilan dan kelalaian merasuk ke setiap sisi kehidupan umat. Maka siapakah yang akan menjumpai, dan membujuk, merayu serta menuntun mereka kepada agama?

Alhamdulillah, dengan cara mendatangi rumah-rumah mereka dan bersilaturrahmi kepada orang-orang tersebut, maka banyak manfaat dan perubahan besar yang dapat diraih. Mereka memang harus didatangi, tidak bisa kita menunggu mereka bertaubat dulu, ataupun sadar sendiri dan berinisiatif sendiri terhadap agama. Tidak sedikit dengan melalui kunjungan silaturrahmi ke rumah-rumah, menyadarkan mereka dari kelalaian mereka selama ini. Kejadian dan kisah-kisah nyata mengenai hal ini tidak terhitung banyaknya. Jutaan orang telah bertaubat dan merubah kehidupan mereka 180 derajat, dari kegelapan menuju hidayah yang terang benderang.

Janganlah melihat kepada orang yang sudah memahami usaha ini dan telah mengakuinya, tetapi pikirkanlah berapa juta manusia yang masih belum memahaminya, yang sampai sekarang belum kita sampaikan kepada mereka tentang kebesaran Allah. Dan berapa banyak orang yang sudah mengenal usaha ini, namun belum mau mengambil kerja ini. Ini semua disebabkan kelemahan kita.”

Diantara hikmah yang terbesar dari mendatangi rumah-rumah, selain hikmah dakwah yang diatas adalah hidupnya amalan sunnah sillaturrahmi karena Allah yang sangat besar manfaatnya.
Walaupun pada perkembangan zaman yang semakin canggih, dimana hubungan dapat dilakukan melalui alat-alat komunikasi, seperti telepon dan sebagainya, namun didalam silaturrahmi yang dilakukan secara langsung berkunjung, bertemu muka dengan muka, memiliki kekuatan dan keuntungan yang jauh besar daripada jika dilakukan melalui alat komunikasi.

Apa sih Hukumnya Dakwah … ???


Sebelum kita membahas hukum dakwah, kita harus tahu dulu apa itu Dakwah ?

Ditinjau dari segi asal kata bahasa, dakwah berasal dari bahasa Arab, yang berarti "Panggilan, ajakan atau seruan". Dalam ilmu Tata Bahasa Arab, kata dakwah berbentuk sebagai "Isim mashdar" (kata yang menunjukkan atas suatu makna yang tidak terikat oleh waktu), kata ini berasal dari fi’il (kata kerja) " da’a-yad’u ",artinya memanggil, mengajak atau menyeru.

Satu orang anak kecil mengajak ayahnya shalat berjamaah ke mesjid, itu sudah termasuk dakwah.
Satu orang ayah memberikan nasehat agama kepada anaknya, itu sudah termasuk dakwah.
Satu orang ibu menyuruh anaknya supaya menutup aurat, itu sudah termasuk dakwah.

Jadi, dakwah itu mudah.

Nabi SAW tidak bisa baca dan tulis pun buat dakwah.

Apa sih Hukumnya Dakwah … ???

1. Sebuah rumah telah terbakar dan didalamnya ada satu orang gadis yang terjebak dalam kebakaran itu.
Apa sih Hukumnya menyelamatkan gadis tersebut … ???

Pernah kah kita berpikir apa hukumnya menyelamatkan satu orang gadis dari siksa api neraka yang 70 kali lebih panas dari api dunia. (Inilah dakwah)

2. Ketika kita berjalan-jalan di pantai dan melihat satu orang anak kecil mau tenggelam. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? Tentu akan menolongnya, kalau kita tidak menolongnya maka kita akan dikatakan orang yang tidak punya perasaan dan peri kemanusiaan.

Ketika satu orang sudah tenggelam dalam lautan maksiat. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? (Inilah dakwah).

Didalam hukum negara Indonesia ada sebuah kaidah. “Kita tidak melakukan kesahahan tetapi dihukum”
Contohnya :  Ketika kita berjalan-jalan di pantai dan melihat satu orang anak kecil mau tenggelam dan tidak menolongnya padahal disamping kita ada pelampung. Maka kita akan dinyatakan bersalah karena tidak menolong anak ini. (Untuk lebih jelasnya silahkan bertanya kepada yang faham masalah hukum)

3. Sebuah keluarga yang ayahnya ustadz dan ibunya ustadzah tetapi tidak mendakwahkan agama atau mengajarkan agama kepada anaknya sehingga anaknya tidak tahu masalah agama. Apakah tindakan ayah dan ibu ini baik atau tidak. (Inilah dakwah).

4. Ketika satu orang hendak bunuh diri meminum racun. Maka kita akan melarangnya
Ketika satu orang minum-minuman keras yang hukumnya dosa. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? (Inilah dakwah).

5. Ketika satu orang berzina dengan ibu, adik, istri atau anak kita maka kita akan marah.
Ketika satu orang berzina dengan orang lain. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? Padahal setiap orang tidak ingin ibu, adik, istri atau anaknya dizinahi. (Inilah dakwah).

Jadi, Apa sih Hukumnya Dakwah … ???
Silahkan dijawab sendiri …
Apakah kita tidak mau juga buat dakwah … ???

Tahap awal untuk mengenal usaha dakwah luangkanlah waktu 3 hari