Teknologi Iman

Allah SWT telah mengorbankan orang orang paling dicintainya Nabi Muhammad SAW untuk bagaimana supaya manusia beriman kepada Allah SWT. Bom Nuklir yang jatuh di Hirosima dan Nagasaki telah menyababkan banyak kematian dan dalam beberapa tahun tumbuh-tumbuhan pun tidak bisa hidup diatasnya. Tetapi pikirnya satu orang Dai ...lebih dahsyat dari pada Bom atom. Bagaimana bayi yang pertama lahir dan bayi yang terakhir lahir semuanya mendapat hidayah dari Allah SWT. Inilah Teknologi Iman yang tidak ada satu teknologi didunia ini yang bisa mengalahkannya.

Sewaktu negeri Mesir ditakluki oleh tentera Islam, khalifah Umar r.a. telah melantik Amru bin Al-As sebagai Gubernur di wilayah tersebut, satu peristiwa ganjil telah berlaku semasa pemerintahannya. Air Sungai Nil dikatakan akan berhenti mengalir dan penduduk Mesir hendak melakukan satu upacara Jahiliah yaitu mengorbankan seorang gadis yang cantik jelita ke dalam sungai Nil. Amru bin Al-As sudah tentu berkeras tidak mau melakukannya.

Apabila air Sungai Nil mulai kering, penduduknya merasa cemas. Sebahagian dari mereka terpaksa berpindah ke kawasan lain. Keadaan ini memaksa Amru Al-As memulis surat kepada Khalifah Umar r.a. untuk meminta pandangannya. Saiyidina Umar pun mengirimkan jawapannya kepada Amru. Surat itu bukanlah ditujukan kepadanya, tetapi kepada Sungai Nil. Sebelum mencampakkan surat itu ke dalam Sungai Nil Amru sempat membaca isi kandungannya yang berbunyai: “Surat ini dikirimkan kepada Sungai Nil oleh Umar, hamba Allah dan Amirul Mukminin. Wahai Sungai Nil ! Jika air yang mengalir di sungai ini atas kuasamu, maka ketahuilah bahwa kami tidak memerlukan mu, tetapi jika ianya mengalir di atas kekuasaan Allah SWT, maka kepadanyalah kami memohon agar mengalirkan air di sungai ini.”
Setelah dicampakkan surat itu kedalamnya, diriwayatkan sungai itupun dipenuhi semula oleh air sedalam empat puluh kaki pada malam itu juga. Semenjak hari itu lenyaplah amalan-amalan Jahiliah dikalangan penduduk Mesir.

Sampai hari ini sungai Nil tidak pernah kekeringan. Teknologi sekarang saja tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Umar ra. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.
Terjadi gunung meletus di Madinah, khalifah Umar r.a. menyuruh Tamin ad-Dari untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tamin ad-Dari lalu membuka sorbannya sambil memutar-mutarkannya. Lahar panas yang menyembur kebumi dengan izin Allah SWT telah masuk kembali kedalam gunung. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.

Muadz bin Jabal dalam sebuah perjalanana dakwah dihadapkan pada sebuah gunung. Kalau gunung didaki memerlukan waktu yang lama, Muadz bin Jabal pun shalat dua rakaat dan gunung pun terbelah dua. Makanya dia diberi gelar Muadz bin Jabal, Muadz anak gunung. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.  

Ketika Sa'ad ra. datang ke Bahurasyair, yaitu suatu daerah lembah paling bawah sebelah barat sungai Dijlah (sungai Tigris, sungai yang melalui Baghdad) atau dekat dengan daerah Syair. Sa'ad ra. kemudian meminta dicarikan perahu-perahu untuk memindahkan orang-orang dari daerah di lembah itu ke daerah di seberang yang lebih tinggi. Akan tetapi mereka ditakdirkan tidak mendapatkan perahu atau yang sejenisnya dan mereka mengetahui bahwa perahu-perahu itu telah diambil oleh orang-orang Parsi.

Setelah itu mereka bergerak ke tepi Dijlah, Sa'ad ra. berkata, "Katakanlah Tasta'inubillaah... Dan mereka semua menyeberangi Dijlah tanpa sedikitpun telapak kaki mereka menyentuh permukaan air sambil saling bercakap-cakap di antara mereka yaitu tanpa rasa takut sedikitpun.

Orang-orang Parsi terkejut dan tidak mengira pasukan Muslim dapat berjalan di atas air sehingga mereka ketakutan lalu melarikan diri serta mengambil semua perbekalan mereka. Teknologi apa yang  bisa mengalahkan teknologi iman.  

Iman yang kuat akan menghasilkan sesuatu teknologi iman yang tidak akan bisa ditandingi dengan teknologi modren sekali pun.

Untuk mendapatkan iman yang kuat ini tentu kita perlu ada usaha.
Untuk mendapatkan sesuatu itu ada dua jalan yaitu :

1. Meminta, kalau kita meminta uang kepada teman atau saudara belum tentu dikasih. Bisa iya bisa tidak. Begitu juga kalau kita meminta iman kepada Allah SWT belum tentu dikasih. Bisa iya bisa tidak.

2. Usaha, untuk mendapatkan uang lebih mudah kalau kita buat usaha (bekerja) dengan bekerja kemungkinan besar kita akan mendapatkan sejumlah uang. Begitu juga kalau kita buat usaha atas iman kemungkinan besar kita akan mendapatkan iman.

Apa itu usaha atas iman … ???

Untuk mendapatkan uang dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore kita tinggalkan rumah dan kita tinggalkan anak dan istri untuk usaha atas uang. Terkadang untuk mendapat uang yang banyak pergi keluar kota karena ada pekerjaan dari kantor. Meninggalkan rumah dan keluarga tercinta. Bahkan pergi keluar negeri untuk mengumpulkan lembaran-lembaran uang meninggalkan anak dan istri tercinta dalam waktu yang lama.

Untuk mendapatkan iman begitu juga perlu meninggalkan rumah, anak dan istri tercinta. Tahap awal I’tikaf dimesjid selama 3 hari. Kalau ingin mendapatkan iman yang lebih harus keluar kota selama 40 hari. Kalau ingin yang iman yang lebih lagi 4 bulan keluar negeri.

Sejauh mana kita usaha atas uang maka sebanyak itulah uang yang akan kita dapat.
Sejauh mana kita usaha atas iman maka sebanyak itulah iman yang akan kita dapat.

1 komentar: