Halaman

Sifat Menutupi Jasad, Jasad Menutupi Sifat

Hidup didunia memang penuh tipuan. Satu orang yang mempunyai sifat suka mencuri tapi ditutupi dengan jasadnya, penampilannya dengan baju yang bagus dan berdasi. Sehingga orang lain pun tak tahu bahwa di memang pencuri. Satu orang yang yang mempunyai sifat dengki, hasad, sombong tidak akan bisa dilihat karena ditutupi oleh jasadnya yang dibuat seindah mungkin. Untuk menutupi sifat-sifatnya yang tidak baik ditutupi dengan penampilan jasad yang baik. 
 
Sebaliknya diakherat akan dibalik sifat menutupi jasad. Apa saja sifat-sifat kita begitulah wujud jasad kita diakherat nanti. Akan ada 12 barisan diakherat. Jasadnya seperti babi hutan karena didunia sifatnya pun lebih rendah dari babi hutan sering meringan-ringankan shalat. Jasadnya berbentuk keledai karena enggan membayar zakat. Barisan terakhir jasadnya penuh dengan sinar laksana bulan purnama. Inilah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik dan mengajak orang kepada kebaikan. 

Sifat yang kurang baik didunia bisa ditutupi dengan penampilan jasad yang baik tapi diakherat, bagai mana sifat kita didunia maka begitulah penampilan jasad kita diakherat nanti. Sifat yang baik akan menghasilkan jasad yang baik. Sifat yang buruk akan menghasilkan jasad yang buruk. 

Di Yaumul Hisab nanti setiap manusia akan jadi terdakwa.
Terdakwa : Ayah
Jaksa penuntut umum : istri dan anak
Hakim : Allah SWT

Satu langkah lagi sang ayah akan memasuki surga. Istri dan anaknya berkata : “Tunggu dulu, jangan masukan dia kedalam surga karena didunia dia tidak pernah mengajak kami kepada kebaikan”. 

Sang anak berkata : “Kalau saya tinggal kelas, ayah akan pukul saya tapi kalau saya tinggalkan shalat ayah tak pernak pukul saya” 

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :  “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai UMUR SEPULUH TAHUN MAKA PUKULLAH mereka apabila tidak melaksanakannya, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya.” (HR. Abu Daud)

Sang istri berkata : “Kalau saya keluar rumah tidak pake jilbab, suami saya tidak pernah marah.
Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan  perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …” (QS. An-Nuur 31).  

Anak dan istri yang tidak didik dengan agama akan jadi Jaksa penuntut buat sang ayah nanti di Yaumul Hisab. Sebaliknya anak dan istri yang didik dalam agama akan menjadi Pengacara buat ayah di Yaumul Hisab. 

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. Attahrim 6)

Pernahkah satu orang ayah menghidupkan agama di keluarganya…?

Pulang kerumah langsung nonton TV, makan, berhubungan suami istri. Hari-hari itulah rutinitas sang ayah.
Pernahkah kita mengajak istri dan anak. Dek, nak, kita baca dua tiga hadist atau dongeng sebelum tidur “Membaca Hayatus sahabah” kehidupan orang yang sukses dalam agama. 

Untuk membiasakan baca hadist dan menghidupkan agama dalam keluarga kita juga perlu proses. Belajar ikut keluar 3 hari supaya ada kekuatan menghidupkan agama dalam kehidupan dan keluarga kita. 

Dengan keluar 3 hari sifat-sifat yang buruk dalam diri kita akan berubah menjadi sifat-sifat yang baik. Sifat yang baik akan menghasilkan jasad yang baik yang penuh dengan cahaya. 

Istri dan anak pun akan menjadi Pengacara/penolong kita di Yaumul Hisab nanti. 

27 hari kita buat usaha atas dunia yang pasti dan pasti kita tinggalkan kenapa kita tidak bisa meluangkan waktu 3 hari untuk bekal akhirat yang selama-lamanya.

Insya Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar